Dasar Pemikiran

  • Perlunya meningkatkan pemahaman Ummat Islam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Dinul Islam serta menghayatinya. Sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam seluruh ruang kehidupannya.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah: 20 )

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.…” (al-Baqarah: 143)

  • Mengembalikan izzah (kemuliaan) kaum muslimin dengan membiasakan menerapkan syariat Allah dalam seluruh dimensi kehidupannya.
Umar bin Khaththab r.a. berkata, “Kami dahulu adalah kaum yang paling hina, lalu Allah menjadikan kami mulia dengan Islam. Jadi, manakala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, yang Allah menjadikan kita mulia dengannya, maka Allah tentu akan menjadikan kita hina” (dikeluarkan oleh al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan disepakati pula oleh adz-Dzahabi dalam Talkhis-nya).

Realitas Ummat Kini 
Fenomena indah yang digambarkan ayat-ayat Allah di dalam Ql-Qur’an dewasa ini semakin tidak nampak, bahkan dari hari ke hari semakin redup, dan dikhawatirkan sirna sama sekali serta menghilang dari ruang kehidupan ummat.

Ummat mulai kehilangan arah tujuan hidup dan bahkan sebagian mereka telah keluar dari nilai-nilai Islam dan terwarnai nilai-nilai jahiliah. Di sisi lain, virus-virus moral, budaya dan tsaqofah islamiah yang pernah diwariskan para orientalis dan penjajah masih tumbuh kuat dalam jiwa ummat ini. Dan nilai-nilai ini terus mengakar dalam kehidupan ummat sampai saat ini.

Persoalan yang terus terjadi dan menghantui kehidupan sosial ummat adalah hilangnya persatuan, masalah seksual, narkoba, Perdagangan ABG dan kemaksiatan-kemaksiatan lain yang semakin marak dewasa ini. Budaya ta’lim dan tarbiyyah (pendidikan dan pembinaan) yang sesuai dengan minhaj salaf sholih tidak dilirik kembali oleh ummat Islam dan bahkan ditinggalkan sama sekali, sehingga muncul syubhat pemikiran di tengah-tengah ummat, merajalelanya syahwat yang mendominasi dalam kehidupan dan kebodohan mewarnai masyarakat.

Nilai-nilai iman, budaya ilmu dan amal (ibadah) mengalami penurunan yang sangat drastis. Ummat Islam mulai meninggalkan tsaqafah islamiah dan ilmu pengetahuan lainnya yang bermanfaat, sehingga kekuatan dan kemenangan yang dijanjinkan Allah tak pernah kunjung datang, yang ada hanyalah ketidakberdayaan serta kelemahan.Meskipun secara fisik dunia Islam tidak terjajah, namun setiap dimensi kehidupan ummat sebenarnya masih dalam cengkeraman konspirasi Yahudi atau penjajah. Dan konspirasi mereka dewasa ini dikerjakan oleh tangan-tangan LSM-LSM dan Yayasan-yayasan yang digerakkan oleh anak-anak muslim yang sudah dicuci otaknya dan yang didanai oleh mereka, Seperti Freemansory, Rotary Club, Lion Club, LSM sosialis komunis dan yang lainnya. Mereka bergerak sesuai keinginan donatur-donatur mereka yang semuanya ingin memberangus kebenaran Islam.

Solusi Atas Permasalahan

Untuk menghadapi berbagai problematika umat dewasa ini, baik yang bersifat permanen dan inheren maupun yang bersifat kontemporer karena faktor eksternal, maka seluruh Umat Islam harus membangun kembali kesadaran akan agamanya dan mengaplikasikan nilai-nilainya dalam setiap dimensi kehidupannya.

Pertama: Penguasaan ilmu pengetahuan Islam:


“…Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (az-Zumar: 9)

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Mujaadilah: 11)
 
Imam Syafi’i berkata, “Sesungguhnya jati diri seorang pemuda -demi Allah- ada dalam ilmu dan ketakwaannya. Apabila keduanya tidak ada dalam dirinya, maka ia bukanlah pemuda sebenarnya.”

Kedua: Tarbiyyah ( Pembinaan ) secara kontinyu.


 
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ’Imran: 104)




 
Ketiga: Dakwah 

 
Dalam rangka melakukan transformasi pemahaman ajaran dan penanaman nilai-nilai Islam ketengah-tengah ummat dalam seluruh aspek kehidupan.
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ’Imran: 104)
 
Untuk memenuhi kebutuhan tiga aspek tersebut (Penguasaan ilmu pengetahuan, tarbiyyah dan dakwah), maka perlu dibangun sebuah lembaga dakwah dan pendidikan non formal sebagai solusi alternatif.

Maka kehadiran Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara, menjadi kebutuhan ummat Islam Sumatera Utara dan sangat urgen untuk diwujudkan.