Mushalla kecil ini merupakan markaz besar bagi penghuni Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara baik mahasiswa, da'i, anak asuh, pengurus yayasan, maupun para santri.
Sebagian besar orang memang memandang masjid maupun mushalla tidak lain dan tidak bukan hanya sebatas tempat ibadah saja padahal Seorang pakar islam kontemporer Syeikh Said Hawa pernah mengatakan; Inna
’ashrana hadza mamlu-un bi Asy Syahawati wa asy-Syubuhati wa Al Ghoflah
(Sesungguhnya kurun kita ini diliputi oleh suasana yang mengundang
nafsu syahwat, kerancuan terhadap kebenaran dan melalaikan kehidupan
akhirat). Menurut beliau, benteng pertahanan terakhir ummat dalam
memagari jati dirinya dari kontaminasi polusi zaman adalah keluarga dan
masjid.
Maka karena pemahaman inilah para penghuni Sentra Dakwah benar-benar menjadikan Mushalla -yang kata orang tidak layak pakai- ini sebagai pusat kegiatan dan transformasi nilai-nilai islam yang agung.
Maka karena pemahaman inilah para penghuni Sentra Dakwah benar-benar menjadikan Mushalla -yang kata orang tidak layak pakai- ini sebagai pusat kegiatan dan transformasi nilai-nilai islam yang agung.
Diantara kegiatan & fungsi Mushalla YSDH adalah:
- Ibadah (Shalat baik wajib maupun sunnah, zikir, dan wirid).
- Halaqah sebagai sarana sharing, transformasi nilai, musyawarah dan evaluasi.
- Pengajaran al-qur'an baik tahsin maupun tafsirnya.
- Pengajaran fiqih & Aqidah yang benar.
- Pengajaran dua bahasa dunia, bahasa inggris dan bahasa arab.
- Sarana tempat tinggal para santri, dan mahasiswa.
Hal-hal seperti ini juga di contohkan Rasulullah S.A.W pada zaman keemasan islam, dimana beliau menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pemerintahan, dan juga pendidikan. Seperti contoh kecil yang dilakukan rasulullah S.A.W, Pada suatu ketika salah seorang jamaah inti tidak hadir dalam shalat, beliau bertanya , Mana si Fulan ?. Salah seorang makmum menjawab, si Fulan sedang sakit. Kemudian beliau mengunjungi Fulan di rumahnya. Itu menunjukkan bahwa Rasulullah Saw, sangat perhatian kepada jamaahnya, beliau menjadikan masjid sebagai sarana untuk mengontrol keadaan masyarakat islam.
Memakmurkan masjid merupakan salah satu cara memberdayakan masjid, maka dari itu ummat muslim se-dunia harus bersama-sama memulai utuk memakmurkan masjid-masjid, Abu Bakar Al Jashshash mengatakan, memakmurkan masjid itu mengandung dua
pengertian yaitu : Berkunjung dan berdiam di masjid. Membangun dan
memperbaiki bagian-bagian yang rusak.
“Barangsiapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya,” [HR. Thabrani].
“Barangsiapa yang mendirikan masjid karena Allah sekalipun sebesar
sarang burung, maka Allah akan mendirikan sebuah rumah untuknya di
surga.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].
Maka kami memberikan kesempatan dan jalan bagi anda untuk mendapatkan janji Allah yang tercantum dalam dua hadits di atas dengan cara menyalurkan sebagian rizki yang Allah titipkan kepada anda ke rekening kami ataupun ke kantor sekertariat kami di Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara.
Jika anda berminat mengirimkan donasi anda, dengan cara mentranfer ke rekening kami agar tidak lupa untuk mengirim SMS dengan format (Nama#Alamat#Donasi) atau langsung menghubungi ke nomor HP pengurus YSDH yang tercantum di atas.
Ajarokallahu fii maa a'thoitah Wa barakallahu fii maa abqaitah Waja'allahu laka thohuran.
Syukron katsiran/thank you very much for your visiting to our blog.
Sekilas Wajah Mushalla YSDH:
Sekilas Wajah Mushalla YSDH:
Mushalla tampak dalam, disamping sebagai pusat ibadah, disinilah para mahasiswa, pengurus YSDH, anak asuh dan santri belajar dua bahasa dunia Arab & Inggris (ba'da maghrib) sebagai bekal mereka ketika berdakwah di indonesia bahkan DUNIA. Allahukabar!!

Asrama dimana para anak asuh dan santri yang masih dalam masa pengabdian tinggal, juga sangat strategis karena dekat dengan markaz perjuangan (mushalla) mereka dilatih untuk menjadi da'i yang siap terjun di mana saja dan yang lebih menarik lagi, bahwa salah satu dari santri yang baru saja tamat Madrasah Aliyah yang bernama "M. Taklim Nasution" mempunyai cita-cita tinggi untuk melanjutkan studinya di Timur Tengah, "Mesir" katanya, ini sangat luar biasa dimana kebanyakan anak seusianya bahkan tidak terpikir untuk hanya mengikuti pengajian atau semacamnya.